Rabu, 31 Oktober 2012

Ciri-ciri orang yang bisa anda percaya untuk curhat


Manusia membutuhkan keberadaan orang lain untuk saling memberi dan menerima termasuk dalam urusan berbagi suka dan duka. Tidak etis rasanya apabila seseorang hanya menginginkan senangnya saja dan tidak mau terlibat dalam kedukaan orang lain. Orang-orang yang baik harus bisa saling memberi dan saling menerima suka dan duka antar sesamanya. Tidak hanya untuk orang-orang yang dikenal, namun juga kepada orang-orang yang tidak kenal sebelumnya.
Ketika seseorang memiliki masalah, ia akan cenderung untuk menceritakan masalahnya kepada orang yang dikehendakinya. Cerita keluh kesah dalam bahasa sehari-hari mungkin lebih kita kenal dengan sebutan curhat (curahan hati). Untuk bisa kita curhati, seseorang harus kita yakini dapat kita percaya dan dapat membantu kita, bukan malah menambah masalah. Untuk itu sebelum curhat kita harus menilai seseorang apakah layak menjadi tempat curhat atau tidak.
Berikut ini merupakan tanda-tanda atau ciri-ciri orang yang bisa kita jadikan teman curhat kita atas berbagai masalah yang sedang mendera kita, yaitu sebagai berikut ini :
1. Bisa Menjaga Rahasia
Masalah kita sebaiknya tidak diketahui oleh banyak orang, karena orang-orang bisa saja memiliki sudut pandang yang berbeda yang justru menganggap kita sebagai pihak yang salah. Untuk itu janganlah menceritakan curhatan kita kepada keluarga, teman, guru, atau lain-lainnya yang tidak bisa menjaga kerahasiaan cerita curhat kita. Jika kita yakin orang tersebut bisa menyimpan rahasia orang lain, barulah kita bisa bercurhat kepadanya.
2. Bisa Membantu Mencarikan Solusi / Jalan Keluar
Teman curhat yang baik bisa membantu mencari jalan keluar atas permasalahan yang sedang menjerat kita. Boleh-boleh saja kita mencurhatkan diri kepada orang yang hanya bisa mendengar cerita kita saja, namun jika ada yang lebih jago menyelesaikan berbagai persoalan hidup, tidak ada salahnya kita memilih yang lebih ahli agar masalahnya dapat segera teratasi secara tuntas.
3. Peduli dengan Masalah Orang Lain
Carilah teman curhat yang perhatian dengan orang lain. Kalau orangnya tidak pedulian, maka orang itu hanya akan membantu seadanya saja dan enggan berpikir keras untuk menemukan solusi yang terbaik. Orang yang perdulian juga akan dengan senang hati membatu kita secara ikhlas dari waktu ke waktu sampai urusannya beres.
4. Memiliki Banyak Waktu Luang
Hindari melakukan curhat dengan orang yang super sibuk sehingga tidak memiliki banyak waktu, tenaga, pikiran dan perasaan untuk membantu kita secara penuh. Mungkin baru sebentar saja kita melakukan konsultasi curhat orang tersebut sudah minta izin meninggalkan kita karena ada sesuatu yang harus dikerjakan.
5. Hubungan Jangka Panjang
Curhatlah kepada orang yang bisa kita curhati dengan mudah dari waktu ke waktu secara berkesinambungan. Kalau baru beberapa kali saja orang tersebut sudah menghilang, maka masalah kita bisa menggantung dan harus curhat lagi dari awal dengan orang lain. Tidak hanya tatap muka langsung, namun curhat juga bisa lewat komunikasi modern jarak jauh. Yang penting ia selalu bersedia untuk dicurhati dengan senang hati.
6. Terbuka Komunikasi Dua Arah
Orang yang didapuk menjadi teman curhat kita jangan hanya sebatas mendengar keluh kesah kita saja, namun juga bisa memberi umpan balik seperti menceritakan pengalaman hidupnya, curhat baik kepada kita, memberitahukan sesuatu yang berharga bagi kita, dan lain sebagainya. Kedua belah pihak harus bisa berinteraksi dengan baik tanpa ada salah satu pihak dianggap sebagai orang yang tertutup.
7. Tidak Keberatan Mendengar Keluh Kesah
Tidak semua orang senang mendengarkan curhatan orang lain, apalagi mencarikan jalan keluar. Namun adapula orang yang justru mencari orang yang mau curhat dengannya. Alangkah baiknya jika kita memilih teman curhat-mencurhat yang senang menerima curhatan kita. Kita pun juga harus dimikian kepadanya, harus siap diberi curhatan dengan baik.
8. Bisa Membuat Hati Kita Tenang
Anggota keluarga, teman, tetangga, pak rt, pak rw, penjaga warung, pedagang keliling, atau siapa pun yang kita ajak curhat harus orang yang sedari dulu kita anggap bisa membantu kita ketika ada kesulitan dan saat kita berbicara dengannya dapat membuat hati kita menjadi merasa nyaman dan damai. Dengan begitu curhat kita pun akan membuat kita bebas dari beban berat walaupun belum menemukan solusinya.
9. Baik Kepada Siapa Saja
Orang yang baik untuk kita jadikan teman curhat adalah orang yang terkenal baik kepada siapa saja, kapan pun dan di mana pun. Jangan curhat pada orang jahat, karena mungkin saja justru akan memanfaatkan kita untuk kepentingan dirinya saja. Curhatlah pada orang baik-baik yang mau membantu kita tanpa pamrih.
10. Memiliki Kemampuan Komunikasi yang Baik
Curhat akan lebih nyaman dengan orang yang cara berkomunikasinya baik, tidak gila, tidak kasar, tidak gagap, mengerti bahasa kita, tidak emosional, dan lain sebagainya. Kita pun juga harus melakukan komunikasi yang baik dengan orang yang kita curhatkan agar segera mengerti duduk permasalahannya dan segera membantu mencarikan jalan keluarnya.
Semoga anda dapat menemukan orang yang tepat untuk dijadikan teman curhat anda. Usia, jenis kelamin, agama, suku, ras, ideologi, hobi, dan sebagainya tidak masalah. Memilih teman curhat memang gampang-gampang susah. Kurang lebihnya mohon maaf, terima kasih banyak.

KESERUAN DI PULAU TIDUNG


Sewaktu berunding mengenai destinasi liburan dengan budget yang terjangkau, jarak yang dekat, waktu yang efisien dan suasana menyenangkan untuk melepas penat dari segala aktivitas sehari - hari, entah kenapa, Pulau Tidung yang langsung terbersit di pikiran kami. Ya, Pulau Tidung, salah satu bagian wilayah dari Kepulauan Seribu yang terletak di Jakarta Utara ini memang terkenal akan wisata baharinya.
Sebelum pergi, beberapa minggu sebelumnya, saya dan ketujuh teman saya mencari info sebanyak - banyaknya mengenai wisata Pulau Tidung ini. Dari info yang kami cari tersebut, sampailah kami ke beberapa nomor telepon fasilitator, dan akhirnya kami pilih satu orang fasilitator untuk liburan kami kali ini.
Fasilitator adalah penyedia jasa paket - paket liburan di Pulau Tidung. Tugasnya mempersiapkan lengkap semua kebutuhan wisatawan, mulai dari menyediakan saranatravel untuk keberangkatan, tempat penginapan, makan, instruktur menyelam, penyewaan sepeda, sampai sarana travel untuk kepulangan para wisatawan. Tarif para fasilitator inipun berbeda - beda, tentunya disesuaikan dengan fasilitas yang mereka tawarkan. Tapi untuk liburan low budget seperti yang kami ambil, rata - rata dengan biaya kurang dari Rp 300.000,- per orang, wisatawan sudah dapat menikmati paket liburan yang lengkap dan memuaskan.
Singkat cerita, berangkatlah kami berdelapan  di hari Sabtu untuk menikmati liburan di Pulau Tidung. Rencana waktu liburan kami kali ini adalah dari hari Sabtu sampai hari Minggu. Berkumpul di Cawang pada pukul 05.00 WIB, kami langsung berangkat menuju Muara Angke, tempat kapal yang akan membawa kami ke Pulau Tidung berlabuh.




Sebenarnya untuk mencapai Pulau Tidung bisa dicapai dari dua alternatif tempat keberangkatan, yaitu dari Pantai Marina (Ancol) dengan menggunakan speed boat, dan dari Muara Angke dengan menggunakan kapal kayu bermotor. Tapi karena ini liburan dengan biaya terjangkau, jangan bayangkan kami berangkat dengan menggunakan kapal mewah seperti yang ada di film luar negeri. Jangan juga bayangkan kondisi kapal yang lapang dengan para penumpang yang bisa duduk dengan lega. Untuk dudukpun para penumpang harus bersila agar penumpang lain bisa muat ada di dalam satu kapal.
Tapi tenang saja, meskipun keadaan seperti itu, bayangan liburan menyenangkan sudah menari - nari di kepala kami, dan seketika hilanglah segala kesusahan yang ada.



Saya kurang mengetahui apakah semua kapal diperiksa atau tidak, tapi yang saya lihat dan saya tahu, hanya kapal yang kami tumpangi yang diperiksa dan bermasalah. Pemeriksaan ini berlangsung kurang lebih satu jam. Dan akhirnya kapal diputar balik kembali menuju Muara Angke. Siapa yang rugi? Tentu saja bukan pengemudi yang lalai tersebut, tapi penumpang yang tidak tahu apa - apa dan dibiarkan terluntang - lantung sambil berharap masih ada kapal yang akan berangkat menuju Pulau Tidung. Ya, karena jika hari sudah siang, jarang ada kapal yang berani berlayar dikarenakan ombak yang cukup besar dan kurang bersahabat.
Tapi untunglah liburan kali ini masih menjadi rejeki kami. Setelah sampai kembali di Muara Angke dan menghubungi fasilitator kami di Pulau Tidung, Ia menitipkan kami di kapal yang memang belum berangkat dari pagi, sehingga kami tidak perlu menunggu kapal yang datang di siang hari. Melewati perjalanan yang memakan waktu kurang lebih tiga jam diatas kapal dengan ombak yang cukup memacu adrenalin, akhirnya tibalah kami di Pulau Tidung. Plang besar “Pulau Tidung” yang menjulang dengan tingginya seperti sudah memanggil - manggil kami. Hilanglah sudah semua kekhawatiran dan kesusahan kami selama perjalanan tadi.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, kami langsung menghubungi fasilitator kami. Seorang bapak penduduk lokal yang sangat ramah. Si bapak menuntun kami menuju sepeda sewaan kami masing - masing yang akan membawa kami ke tempat penginapan, sebuah rumah yang tampak sederhana dari luar, tapi ternyata setelah masuk ke dalam, rumah sederhana tersebut dilengkapi spring beddispenser dan air conditioner yang lengkap. Ah, menyenangkan.

Setelah menaruh barang bawaan, makan siang dan istirahat sebentar, kami langsung bergegas menuju rumah fasilitator kami untuk mengambil peralatan menyelam. Ya, kami akan langsung melakukan snorkeling, menjelajahi keindahan bawah laut Pulau Tidung.
Dengan dipandu sebentar oleh instruktur menyelam, kami langsung berangkat menumpang kapal motor kecil menuju ke tengah laut. Di titik - titik tertentu wilayah laut, kita bisa menikmati indahnya biota bawah laut Pulau Tidung yang tak terbayarkan rasanya. Sengatan - sengatan binatang laut pada kulit jadi tak terasa sakit lagi, terbayarkan oleh rasa puas yang didapat.



Sayang, menjelang senja, ombak laut sudah tak bersahabat lagi, yang mengharuskan kami kembali ke daratan menuju penginapan. Ya, istirahat malam ini, karena esok hari liburan indah di Pulau Tidung masih menanti kami.
Di hari minggu, pagi - pagi sekali kami sudah dibangunkan oleh suara aktivitas warga sekitar. Layaknya hunian pada umumnya, pada pagi hari, aktivitas pasar sayur mayur sudah ramai disambangi oleh para ibu yang akan memasak untuk keluarganya.
Setelah sarapan dan menikmati view matahari terbit dari teras rumah, kami berdelapan langsung menuju sisi lain wilayah Pulau Tidung yang belum kami sempat sambangi kemarin.




Sebelumnya kami pikir masih terlalu pagi dan sepi untuk berjalan - jalan mengelilingi pulau. Tapi ternyata salah, jalan - jalan di area pulau sudah sangat ramai oleh wisatawan. Kebanyakan wisatawan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk menikmati keindahan pulau.
Kami melewati sebuah jembatan yang oleh penduduk lokal dinamakan “Jembatan Cinta”. Tapi jangan berharap spot ini sepi pengunjung, karena untuk berjalanpun kami harus berdesak - desakan dengan pengunjung lain. Banyak pengunjung yang antri ingin merasakan sensasi terjun dari lekukan jembatan di ujung dermaga setinggi kurang lebih tujuh meter tersebut menuju ke dasar laut.
Melewati Jembatan Cinta, kami berdelapan berjalan hingga ke ujung jembatan, menuju ke sebuah pulau kecil yang masih menjadi bagian dari Pulau Tidung. Di pulau ini agak sepi dengan pengunjung, mungkin karena letaknya yang cukup jauh dari pulau utama. Dan di pulau kecil inilah kami berdelapan langsung asyik dengan kegiatan masing - masing. Persis seperti anak kecil yang diijinkan untuk tidak tidur siang oleh ibunya, kami langsung kegirangan sekali. Mulai dari bergaya maksimal untuk difoto sebagai dokumentasi perjalanan, membuat istana pasir, sampai berkreasi membuat jebakan dengan menggali pasir yang dalam, kami lakukan bersama. Empat jempol untuk liburan saya kali ini. Luar biasa. Saya sampai pada sebuah kesimpulan bahwa sebuah liburan, sesederhana atau serumit apapun bisa dilalui dengan indah asal kita niatkan dari hati dan dijalani bersama orang - orang yang tepat. Bahagia itu sederhana, sesederhana liburan saya kali ini di Pulau Tidung.



Sabtu, 05 Mei 2012

TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN


Teori pengambilan keputusan yang paling dikenal dan mungkin pula yang banyak diterima oleh kalangan luas ialah teori rasional komprehensif. Unsur-unsur utama dari teori ini dapat dikemukakan sebagai berikut :
1. Pembuat keputusan dihadapkan pada.suatu masalah tertentu yang dapat dibedakan dari masalah-masalah lain atau setidaknya dinilai sebagai masalah-masalah yang dapat diperbandingkan satu sama lain.
2. Tujuan-tujuan, nilai-nilai, atau sasaran yang mempedomani pembuat keputusan amat jelas dan dapat ditetapkan rangkingnya sesuai dengan urutan kePentingannya.
3. Pelbagai altenatif untuk memecahkan masalah tersebut diteliti secara saksama.
4. Akibat-akibat (biaya dan manfaat) yang ditmbulkan oleh setiap altenatif Yang diPilih diteliti.
5. Setiap alternatif dan masing-masing akibat yang menyertainya,
dapat diperbandingkan dengan alternatif-altenatif lainnya.
6. Pembuat keputusan akan memilih alternatif’ dan akibat-akibatnya’ yang dapat memaksimasi tercapainya tujuan, nilai atau Sasaran yang telah digariskan.

Teori rasional komprehensif banyak mendapatkan kritik dan kritik yang paling tajam berasal dari seorang ahli Ekonomi dan Matematika Charles Lindblom (1965 , 1964′ 1959)’ Lindblom secara tegas menyatakan bahwa para pembuat keputusan itu sebenarya tidaklah berhadapan dengan masalah-masalah yang konkrit dan terumuskan dengan jelas.


Jenis-jenis Keputusan:



STRATEGIC DECISION
• Keputusan strategis mewakili level tertinggi
dalam organisasi.
• Keputusan menyangkut arah kebijakan, tujuan
jangka panjang, pilosofi dan nilai.
• Keputusan semacam ini lebih bersifat
khayalan (imaginative).
• Keputusan ini yang paling beresiko karena
menyangkut ketidak pastian dan masa depan
yang tentunya menentukan nasib organisasi.

TACTICAL DECISION
• Keputusan taktis adalah keputusan
untuk mendukung keputusan
strategis.
• Cakupan dan tingkat kepentingannya
Sedang
• Konsekwensinya juga sedang


OPERATIONAL DECISION
• Keputusan untuk kegiatan sehari‐hari
• Dipergunakan untuk mendukung keputusan
taktis
• Tidak perlu berfikir terlalu berat untuk
mengambil keputusan karena sudah bersifat
rutin
• Dampaknya jangka pendek

KEPUTUSAN TERPROGRAM
keputusan terprogram adalah Dibuat dalam kaitan dengan kebijakan, prosedur, atau peraturan tertulis atau tidak tertulis yang menyederhanakan pembuatan keputusan dalam situasi yang terjadi berulang kali dengan membatasi atau mengeluarkan alternatif. Misalnya, manajer jarang harus khawatir mengenai besar gaji bagi karyawan yang baru masuk karena organisasi biasanya mempunyai skala gaji untuk semua posisi. Prosedur rutin diadakan untuk menangani masalah rutin.
Contohnya : untuk menangani masalah yang terjadi berulang kali, apakah kompleks atau sederhana. Bila masalah terjadi berulang-ulang, dan bila kom­ponen elemen dapat ditentukan, diramalkan, dan dianalisis, mungkin masalah itu merupakan calon pembuatan keputusan terprogram. Misalnya, keputusan mengenai berapa banyak sediaan produk tertentu perlu dipertahankan memerlukan pencarian fakta dan peramalan, tetapi analisis secara hati-hati semua elemen mungkin menghasilkan cara rutin dalam pem­buatan keputusan.

KEPUTUSAN TIDAK TERPROGRAM
keputusan tak terprogram adalah bersifat baru, tidak terstruktur dan jarang konsekuen. Tidak ada metode yang pasti untuk menangani masalah ini.


SUMBER:
http://astaqauliyah.com/2005/04/teori-teori-pengambilan-keputusan (05-05-2012)16:10
www.masjono.netne.net/slide6.pdf (05-05-2012)16:13
http://www.sylabus.web44.net/pengantarfile/pengantarkuliah4.htm (05-05-2012)16:15

Jumat, 30 Maret 2012

PERBEDAAN KEKUASAAN DAN WEWENANG

Kekuasaan diartikan sebagai suatu kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang diinginkan pada kekuasaan yang dipegangnya. Kekuasaan merupakan hubungan antara pihak yang dapat mempengaruhi pihak lain (pemimpin) dengan pihak yang menerima pengaruhnya (pengikut).

Wewenang adalah kekuasaan yang ada pada seseorang atau sekelompok orang, yang mempunyai dukungan dan pengakuan dari masyarakat dalam memperoleh hak – haknya. Wewenang akan berhasil apabila dibarengi dengan kekuasaan yang nyata.
A.      Kekuasaan
1.      Hakikat Kekuasaan dan Sumbernya
Kekuasaan tertinggi dalam masyarakat adalah kedaulatan yang dijalankan oleh segelincir golongan masyarakat. Disebut juga the ruling class (Gaetano Mosca).
Adapun sumber – sumber kekuasaan adalah sebagai berikut :
·         Militer, polisi, kriminal
Sebagai pengendali kekerasan.
·         Ekonomi
Sebagai pengendali tanah, buruh, kekayaan material, produksi.
·         Politik
Sebagai pengambil keputusan.
·         Hukum
Mempertahankan, memgubah, melancarkan interaksi.
·         Tradisi
Sistem kepercayaan nilai – nilai.
·          Ideologi
Pandangan hidup, integrasi.
·         Diversionary power
Kepentingan rekreatif.
2.       Unsur – unsur pokok kekuasaan :
·         Rasa takut
Menimbulkan kepatuhan terhadap segala kemauan dan tindakan orang yang ditakuti.
·         Rasa cinta
Akan menghasilkan perbuatan – perbuatan yang positif.
·         Kepercayaan
Timbul sebagai hasil hubungan langsung antara dua orang atau lebih yang bersifat asosiatif.
·         Pemujaan
Pemegang kekuasaan mempunyai dasar pemujaan dari orang lain.
3.      Cara Mempertahankan Kekuasaan
Kekuasaan dapat dipertahankan dengan cara – cara berikut :
a.      Dengan jalan meninggalkan segenap peraturan – peraturan lama, terutama dalam bidang politik yang merugikan kedudukan penguasa.
b.      Mengadakan sistem – sistem kepercayaan.
c.       Pelaksanaan administrasi dan birokrasi yang baik.
d.      Mengadakan konsilidasi secara horizontal dan vertikal.
4.      Kedudukan juga dapat diperkuat dengan :
a.      Menguasai bidang – bidang kehidupan tertentu.
b.      Penguasaan bidang – bidang kehidupan dalam masyarakat yang dilakukan dengan paksa dan kekerasan.
5.      Bentuk – Bentuk Lapisan Kekuasaan
·         Tipe Kasta
adalah lapisan kekuasaan dengan garis pemisah yang tegas dan kaku. Contohnya adalah pada masyarakat berkasta.
·         Tipe Oligarkis
adalah dimana masih ada garis pemisah yang tegas, tetapi warga masih bisa memperoleh kesempatan memiliki kekuasaan.
·         Tipe Demokratis
adalah lapisan yang sifatnya menyeluruh dan terus bergerak.

B.      Wewenang
1.      Wewenang Kharismatis, Tradisional dan Rasional (Legal)
Perbedaan antara ketiganya adalah hubungan antara tindakan dengan dasar hukum yang berlaku.
·         Wewenang kharismatis merupakan wewenang yang didasarkan pada kharisma, yaitu suatu kemampuan khusus (pembawaan dan aura positif) yang ada pada diri seseorang.
·         Wewenang tradisional adalah wewenang yang bukan karena mempunyai kemampuan – kemampuan khusus, tetapi karena mempunyai kekuasaan dan wewenang yang telah turun menurun dan bahkan menjiwai masyarakat.
·         Wewenang rasional (legal) adalah wewenang yang didasarkan pada sistem hukum yang berlaku dalam masyarakat.
2.      Wewenang Resmi dan Tidak Resmi
Wewenang resmi bersifat sistematis, diperhitungkan, dan rasional. Biasanya pada kelompok besar yang tetap.
Wewenang tidak resmi bersifat spontan, situasional dan didasarkan pada faktor saling mengenal. Dalam masyarakat kecil, wewenang tidak resmi dapat menjadi resmi apabila terlalu seringnya terjadi pertikaian antar anggota.
3.      Wewenang Pribadi dan Teritorial
Wewenang pribadi sangat tergantung pada solidarisan antar anggota. Wewenang territorial yaitu dimana tempat tinggal memegang peranan yang sangat penting. Yang membedakan keduanya adalah timbul dari sifat dan dasar kelompok - kelompok sosial tertentu.
4.      Wewenang Terbatas dan Menyeluruh
Wewenang menyeluruh adalah suatu wewenang yang tidak dibatasi oleh bidang – bidang kehidupan tertentu.

C.      KesimpulanWewenang yaitu hak untuk memberi perintah dan kekuasaan untuk meminta agar dirinya dipatuhi orang lain. Kekuasaan harus dipertahankan oleh setiap individu agar tetap berjalan. Karena kekuasaan yang mengatur hidup manusia. Begitu juga dengan wewenang yang tidak kalah pentingnya. Wewenang haruslah didasari kekuasaan yang kuat dan nyata agar dapat berjalan dengan baik.

SUMBER:


PERANAN STAF DALAM ORGANISASI

 PERANAN STAF

     Telah dikemukakan bahwa dalam organisasi bentuk lini dan staff ada dua kelompok tenaga kerja. Kelompok pertama adalah mereka yang tugas utamanya bersifat menterjemahkan tugas pokok menjadi aktivitas, sedang di pihak lain terdapat mereka yang tugasnya melakukan kegiatan-kegiatan penunjang demi lancarnya roda organisasi dan mekanisme kerjasama yang harmonis, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Kedua kelompok ini mempunyai peranan penting dalam merealisasi tujuan organisasi secara efektif dan efisien.
    Sepintas lalu kelihatan seolah-olah karyawan lini lebih penting karena tugas meraka yang utama melaksanakan aktivitas penting untuk merealisasi tujuan. Malah dianggap kadang-kadang bahwa tanpa karyawan staff tujuan dapat juga direalisasi. Pandangan ini terutama dalam organisasi modern kurang tepat, walaupun sifat aktivitas karyawan staff sebagai penunjang kegiatan yang dilakukan olah karyawan lini, akan tetapi peranan mereka dalam menciptakan efektivitas dan efisiensi sangat penting. Dengan bantuan karyawan staff organisasi dapat mendayagunakan resources yang dimiliki perusahaan secara optimum, karena mereka dapat melihat berbagai kemungkinan, pendidikan dan pengalaman mereka memungkinkan memilih kesempatan yang terbaik.


FUNGSI GARIS & STAF

1.      Dengan makin berkembangnya perusahaan kekompleksan fungsi yang perlu untuk pelaksanaan tugas berkembang lebih cepat sehingga manajemen perlu bantuan melalui spesialisasi yang disebut staf.
2.      Penciptaan fungsi staf atau fungsi sekunder ini dengan mendiferensiasikan kegiatan ke luar dari rantai komando.
3.      Fungsi staf membantu dan memperlancar kerja fungsi garis.
4.      Agar fungsi staf bermanfaat harus jelas fungsinya, dibatasi jumlahnya, tugas pimpinan memang meningkat, staf diberi informasi yang diperlukan, dimintai nasihat, didorong berinisiatif.


DEFINISI STAF

Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi.

Jenis-jenis staf :

1.       Staff pribadi (personal staff)
Staff pribadi dibentuk untuk memberikan saran bantuan dan jasa kepada seorang manajer. Staff pribadi sering disebut asisten atau asisisten staff yang mempunyai banyak tugasuntuk atasan dan biasanya generalis.
2.       Staff spesialis
Memberikan saran, konsultansi, bantuan dan melayani seluruh lini dan unsur organisasi. Bertaggung jawab ke tingkatan-tingkatan organisasi yang bermacam-macam, seperti tingkatan divisi, tingakatan bagian ataupun tingkatan cabang yang berdiri sendiri.

Kualifikasi yang harus dipenuhi oleh orang yang duduk sebagai staf yaitu dengan menganalisa melalui metode kuisioner, metode observasi, metode wawancara atau dengan menggabungkan ketiganya.

Baishline mengajukan enam pokok kualifikasi yang harus dipengaruhi oleh seorang staf yaitu :

1.      Pengetahuan yang luas tempat dimana dia bekerja.
2.      Punya sifat kesetiaan tenaga yang besar, kesehatan yang baik, inisiatif, pertimbangan yang baik dan kepandaian yang ramah.
3.      Punya semangat kerja sama yang ramah.
4.      Kestabilan emosi dan tingkah laku yang sopan.
5.      Kesederhanaan
6.      Kemauan baik dan optimis.

Kualifikasi utama yaitu memiliki keahlian pada bidangnya dan punya loyalitas yang tinggi. Konsekkuensi organisasi yang menggunakan staf yaitu menambah biaya administrasi struktur orgasisasi menjadi komplek dan kekuasaan, tanggung jawab serta akuntabilitas.


MACAM-MACAM STAF:

Staf Penasihat
       Dibentuk untuk memberikan saran, bantuan, dan jasa kepada seorang manajer. Staf penasihat juga memberikan saran-saran kepada pimpinan terhadap semua bidang yang menjadi tugas dan tanggung jawab pimpinan. Apabila diperlukan Manajer dapat menunjuk atau mengangkat staf penasihat dalam bidang perencanaan, pengorganisasian, pemberian motivasi, pengawasan, dan pengambilan keputusan.
Agar saran-saran yang diberikan kepada pimpinan merupakan saran yang sudah matang, obyektif dan telah diuji serta diteliti kebenarannya, maka saran-saran itu harus digarap melalui suatu proses. Proses pemberian saran tersebut melalui kegiatan sebagai berikut :
1.      Pengumpulan data dapat dilakukan dengan mengadakan penelitian atau riset.
2.      Mengadakan analisis fakta-fakta, informasi-informasi yang diterima.
3.      Mengadakan evaluasi atau penilaian.
4.      Membuat berbagai alternatif atau kemungkinan.
5.      Mengadakan pemilihan dari berbagai kemungkinan yang dianggap paling baik.
6.      Membuat kesimpulan.
7.      Merumuskan saran-saran atau pertimbangan-pertimbangan dalam suatu bentuk tertentu sehingga mudah dan cepat dipahami oleh pimpinan.

Staf Pelayanan ( Staf Specialis )
       Yaitu membantu pimpinan dalam melancarkan tugas-tugas organisasi, dalam memberikan pelayanan untuk seluruh lini dan unsur organisasi. Fungsi utama staf pelayanan adalah memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dalam bentuk kegiatan-kegiatan operasional, bukan memberikan saran atau pertimbangan


SUMBER: